Rabu, 19 Agustus 2015

BIOSFER_PELESTARIAN (KONSERVASI) FLORA & FAUNA

PELESTARIAN (KONSERVASI) FLORA & FAUNA

Hewan dan tumbuhan di dunia ini semakin hari semakin terdesak kehdupannya oleh bebrapa aktivitas manusia, perubahan iklim. sehingga, sedikit banyak terdapat hewan dan tumbuhan pun yang berkurang jumlahnya dan lambat tahun mengalami kepunahan,
Berikut beberapa penyebab kepunahan hewan dan tumbuhan:
1. Bencana Alam
Gempa yang dahsyat, tsunami, gunung meletus bisa mengurangi jumlah komunitas hewan dan tumbuhan. Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti banjir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.
Kebakaran Hutan
Terbakarnya Hutan pada setiap musim kemarau baik yang terjadi secara alami maupun akibat aktivitas pembukaan lahan oleh manusia, sangat merusak habitat satwa liar tersebut. bahkan tak jarang satwa-satwa liar tersebut yang ikut mati terbakar.
 2. Didesak Populasi Lain Yang Kuat
Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.
Singa (Panthera leo) memangsa zebra (Equus quagga)
3. Aktivitas Manusia
Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya.
Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.
a. Perburuan Satwa Liar / Satwa Langka
Perburuan terhadap satwa liar sebenarnya telah dimulai dari jaman nenek moyang kita. Namun pada jaman itu nenek moyang kita berburu binatang untuk dikomsumsi. Berbeda dengan jaman sekarang, berburu binatang liar tujuan utamanya tidak lagi untuk di komsumsi, tapi untuk di ambil bagian tubuhnya untuk dibuat kerajinan seperti kerajinan kulit dan lain-lain. dan yang lebih parah lagi ada juga yang berburu satwa liar hanya untuk hobi.
 






b. Perdanganya Satwa Liar / Satwa Langka
Besarnya potensi keuntungan yang diperoleh dari perdangan satwa liar khusunya satwa langka telah mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan satwa. Semakin langka satwa tersebut maka harganya akan semakin mahal. Ini merupakan ancaman yang sangat serius bagi kelestarian satwa liar terutama satwa-satwa yang sudah langka.
c. Pembalakan Hutan
Hutan merupakan tempat tinggal (habitat alami) bagi sebagian besar satwa liar, khusunya di daerah tropis seperti Indonesia. Tingginya aktivitas pemalakan hutan (pembalakan liar) yan terjadi, telah menggangu dan merusak serta menghilangkan habitat para satwa liar tersebut.
Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis)
c. Pembangunan Pemukiman
Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan semakin sempitnya lahan pemukiman yang tersedia maka sebagai konsekuensinya hutanlah satu-satunya pilihan untuk disulap menjadi pemukiman. dengan begitu satwa liar akan semakin tergusur dan terdesak dari habitatnya.
Flora dan fauna adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan sangat berguna bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Untuk melindungi binatang dan tanaman yang dirasa perlu dilindungi dari kerusakan maupun kepunahan, dapat dilakukan beberapa macam upaya manusia dengan Undang-Undang, yaitu seperti :
1. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hewan/binatang yang hampir punah. Contoh : harimau, komodo, tapir, orangutan, dan lain sebagainya. contoh suaka margastwa Muara Angke.







2. Cagar Alam
Pengertian/definisi cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik dari segi tanaman maupun binatang yang hidup di dalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di masa kini dan masa mendatang. Contoh : cagar alam ujung kulon, cagar alam way kambas, dsb.
3. Perlindungan Hutan
Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hutan agar tetap terjaga dari kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata, hutan buru, dan lain sebagainya.








Hutan Wisata Punti Kayu di Sumsel                                                                                                                         Hutan Wisata Malino,Kab. Gowa – Sulsel
4. Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan yang diberikan kepada suatu daerah yang luas yang meliputi sarana dan prasarana pariwisata di dalamnya. Taman nasional lorentz, taman nasional komodo, taman nasional gunung leuser, dll.
5. Taman Laut
Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai teknik upaya untuk melindungi kelestariannya dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dsb. Contoh : Taman laut bunaken, taman laut taka bonerate, taman laut selat pantar, taman laut togean, dan banyak lagi contoh lainnya.
6. Kebun Binatang / Kebun Raya
Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.
Tabel. Beberapa Taman Nasional, suaka alam dan suaka margasatwa di Indonesia.

BIOSFER_PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA

PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA
Persebaran flora di Indonesia terbentuk karena adanya peristiwa geologis yang terjadi pada jutaan tahun yang lalu, yaitu pada masa pencairan es (zaman glasial). Pada saat itu terjadi pencairan es secara besar-besaran yang menyebabkan naiknya permukaan air laut di bumi, hal ini menyebabkan beberapa wilayah yang dangkal kemudian menjadi tenggelam oleh air laut dan membentuk wilayah perairan yang baru.
Beberapa wilayah perairan baru di sekitar Indonesia yang terbentuk pada masa berakhirnya zaman glasial itu adalah Laut Jawa yang terdapat di daerah Dangkalan Sunda dan Laut Arafuru yang terdapat di daerah Dangkalan Sahul. Terbentuknya perairan baru di daerah dangkalan tersebut menyebakan flora yang semula dapat dengan bebas bermigrasi akhirnya terhambat oleh perubahan kondisi geologis.
Lebih dari 10% dari flora di dunia dapat ditemukan di Indonesia. Bahkan terdapat jenis flora yang sifatnya endemik, artinya flora ini hanya terdapat di daerah tertentu.
Misal:
Matoa (Pometia pinnata) di Papua
Eboni/Kayu hitam (Dyospyros Celebica) di sulawesi Tengah
Meranti (Shorea sp) di Kalimantan Timur
Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium) di Sumatera, Jawa, Kalimantan
Jenis tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia meliputi hutan hujan tropis, hutan musim, hutan bakau dan sabana tropis.
1. Hutan hujan tropis
Hutan tropis di Manokwari, Papua
Hutan ini kaya akan berbagai flora dengan ketinggian mencapai 50 m dengan keadaan dibawahnya gelap. variasi flora yang banyak menjadikan hutan ini sebagai hutan heterogen.
Hutan hujan tropis tersebar di Sumatera, Banten, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
2. Hutan musim
Hutan Jati
Hutan musim dogolongkan menjadi 2, yaitu:
hutan musim gugur, berada di ketinggian 800 m
hutan musim selalu hujan, berada di ketinggian > 1.200 m
Hutan musim tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara. hutan musim di Indonesia biasanya berupa hutan pinus (Pinus merkusii), hutan jati (Tectona grandis).
3. Hutan Bakau (Mangrove)
Hutan Bakau
hutan mangrove mempunyai pengertian sebagai hutan yang tumbuh di daerah pantai, biasanya terdapat di daearah teluk dan di muara sungai yang dicirikan oleh:
1) tidak terpengaruh iklim;
2) dipengaruhi pasang surut;
3) tanah tergenang air laut;
4) tanah rendah pantai;
5) hutan tidak mempunyai struktur tajuk;
6) jenis-jenis pohonnya biasanya terdiri dari api-api (Avicenia sp.), pedada (Sonneratia sp.), bakau (Rhizophora sp.), lacang (Bruguiera sp.), nyirih (Xylocarpus sp.), nipah (Nypa sp.)
4. Sabana Tropis
Berupa padang rumput dengan daerah persebarannya di Nusa Tenggara.
Padang sabana di Sumbawa
Persebaran flora di wilayah Indonesia itu sendiri terbagi ke dalam 4 kelompok besar wilayah flora Indonesia, yaitu :
1. Wilayah Flora Sumatra-Kalimantan
Tersebar di pulau Sumatra dan Kalimantan serta pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nias, Enggano, Bangka, Belitung, Kep. Riau, Natuna, Batam, Buton dll). sebagian besar merupakan wilayah hutan hujan tropis.
Pohon Meranti (Shorea sp)
Beberapa jenis flora khas daerah ini adalah tumbuhan meranti, berbagai epifit seperti anggrek (Orcidaceae), berbagai jenis lumut (Bryophyta), jamur dan paku-pakuan, serta tumbuhan endemik yang sangat langka adalah Bunga Bangkai  (Amorphopalus titanum) atau Raflesia Arnoldi yang penyebarannya di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan dimulai dari Aceh sampai Lampung. Bunga Bangkai juga dapat ditemui di Pulau Jawa dab Kalimantan.
Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium) atau Bunga Raflesia Arnoldi
Bunga Anggrek (Orcidaceae)
2. Wilayah Flora Jawa-bali
Tersebar di pulau Jawa, Madura, Bali dan kepulauan-kepulauan kecil disekitarnya (Kepulauan Seribu, Kep. Karimunjawa).
Kawasan hutan tropis sebagian besar berada di Jawa Barat, Jawa tengah dan Jawa Timur merupakan kawasan hutan musim tropis yang meranggas dan menggugurkan daunnya saat musim kemarau. jenis flora khas hutan musim tropis adalah pohon jati.
Contoh flora khas yang tumbuh adalah pohon Kepel (Stelechocarpus burahol)
pohon Kepel (Stelechocarpus burahol)
pohon Jati (Tectona grandis) meranggas
3. Wilayah Flora Kepulauan Wallacea
Tersebar di pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara. Wilayah ini memiliki sifat iklim yang lebih kering dan kelembaban yang lebih rebdah dibandingkan wilayah-wilayah Indonesia lainnya.Contoh flora yang tumuh adalah pohon Sagu (Metroxylon sago)
Corak vegetasi yang terdapat pada kepulauan Wallacea meliputi:
a. Vegetasi sabana tropis di wilayah Nusa Tenggara.
b. Vegetasi hutan pegunungan yang berada di wilayah pegunungan di Sulawesi.
c. Vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku yang terdiri dari berbagai jenis rempah-rempah (pala, cengkih, kayu manis), kenari (Canarium commune), kayu eboni (Diospyros celebica), dan lontar (Borassus flabelifer) sebagai tanaman khas di daerah ini.
  
Buah Pala (Myristica fragrans)                      Pohon Lontar (Borassus flabelifer)
Pohon Pala (Myristica fragrans)
Pohon eboni (Diospyros celebica)
4. Wilayah Flora Papua
Kondisi ilkim Papua sebagian besar merupakan tipe hutan hujan tropis.  Berbeda dengan wilayah barat, vegetasi ini memiliki corak hutan hujan tropis tipe Australia utara. Meliputi wilayah pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Curah hujan tahunan rata-rata berkisar antara lain hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang,
hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, lumut kerak.
Jenis-jenis flora yang ada dalam kawasan antara lain Nypa fructicans, Rhizophora apiculata, Terminalia canaliculata, Nauclea coadunata, Casuarina equisetifolia, Calophyllum inophyllum, Ficu, Podocarpus, Symplocos cochinchinensis, Rhododendron culminicolum, Poanicicola dan lain-lain.
Contoh Flora Khas tumbuhan ini adalah tanaman sagu  (Metroxylon sagu) dan Eucalyptus (ekaliptus), sama dengan jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah Queensland Australia Utara.
Eucalyptus Alba
tanaman sagu  (Metroxylon sagu)

BIOSFER_PERSEBARAN FLORA DI DUNIA

PERSEBARAN FLORA DI DUNIA
Persebaran flora di permukaan bumi yang diklasifikasikan dalam beberapa bioma.
Bioma yaitu daerah habitat yang meliputi skala yang luas. Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu. Bioma terbagi menjadi beberapa jenis, ditentukan oleh curah hujan dan intensitas cahaya mataharinya.
Peta Persebaran Flora di Dunia
Berikut macam-macam bioma di bumi yang diklasifikasikan ke dalam 7 bioma yaitu:
  1. Hutan hujan tropis (tropic rain forest)
  2. Hutan gugur (decidous forest)
  3. Tundra
  4. Taiga (boreal forest)
  5. Sabana (savana)
  6. Padang Rumput (stepa)
  7. Gurun (desert)


7. Stepa (Padang Rumput)

0
Bioma Stepa (Padang Rumput) terbentang dari daerah tropika sampai ke daerah subtropika yang curah hujannya tidak cukup untuk perkembangan hutan.
Ciri-cirinya:
  1. Merupakan padang rumput yang berilkim sedang
  2. Banyak terdapat di daerah Eropa timur, Amerika utara, Asia barat, dan Afrika
  3. Vegetasi rumput yang luas
  4. Suhu 19 derajat – 30 derajat saat musim panas, 12 derajat – 20 derajat saat musim dingin
  5. Curah hujan tidak teratur, antara 250 – 500 mm/tahun
  6. Adanya jenis rumput yang tingginya mencapai 3,5 m
Perbedaan yang cukup antara Stepa dengan Sabana adalah :
stepa merupakan padang rumput yang sangat luas.
sedangkan sabana merupakan padang rumput yang dselingi oleh semak belukar.
Wilayah persebaran bioma Stepa meliputi Afrika, Amerika Selatan, Amerika Serikat bagian barat, Argentina dan Australia.
akasia-semak-belukarakasia                                          semak belukar
stepaBioma Stepa : Padang rumput tanpa diselingi kumpulan pepohonan
Bioma Padang rumput yang ditumbuhi semak belukar

6. Gurun (desert)

Posted: Mei 27, 2011 in 6. Gurun (desert)SEMUA MATERI
0
Bioma gurun (desert)  merupakan bioma yang di dominasi oleh batu/pasir dengan tumbuhan sangat jarang.
Ciri-cirinya:
  1. Terdapat di daerah tropis, subtropics, dan daerah tinggi lainnya
  2. Jarang terjadi hujan
  3. Tingkat evaporasi sangat tinggi
  4. Amplitudo suhu harian sangat besar
  5. Suhu siang hari mencapai 45 derajat C
  6. Suhu malam hari mencapai 0 derajat C
  7. Tanahnya tandus dan kering
  8. Tidak mampu menyimpan air
Sesuai dengan kondisi alamnya, maka tidak semua jenis vegetasi bisa tumbuh di gurun.
Bioma gurun ini tersebar di Amerika Utara yang disebut praire, Amerika Selatan disebut pampas, dan Afrika Selatan disebut veld. Bioma ini paling luas terpust di sekitar 20 derajat LU, mulai dari Pantai Atlantik di Afrika hingga ke Asia Tengah. Sepanjang daerah itu terdapat kompleks gurun Sahara, gurun Arab dan gurun Gobi dengan luas mencapai 10 juta km persegi.
Jenis vegetasi yang bisa bertahan hidup di daerah gurun antara lain adalah kaktus, liliaceae, aloe, kaktus saguora, dan cholla.
Aloe
 
Kaktus
 
Cholla
Bioma Gurun
0
Sabana adalah padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon yang tumbuhnya menyebar, biasanya pohon palem (Palmae) dan akasia (Acacia auriculiformis)
Ciri-cirinya:
  1. Terdapat di daerah tropis
  2. Jenis tumbuhannya xerofit
  3. Tumbuhan tersebar di daerah tersebut secara berjauhan
  4. Hewan yang tinggal di dalamnya ada pula hewan herbivore
  5. Curah hujan rendah (hanya sekitar 200 mm/th)
  6. Bulan basah hanya terdapat 2-3 bulan saja
Jenis tumbuhan pada sabana adalah Semak belukar dan Tumbuhan xerofit : beradaptasi dengan cara memiliki daun dan banyak terdapat duri dibandingkan daun untuk dapat mengurangi penguapan.
Bioma sabana  menempati darah luas di Benua Afrika, Amerika Selatan dan Australia. Sabana pada umumnya terbentuk di daerah tropik sampai subtropik.
 
Sabana yang ditumbuhi pohon palem
Pohon Akasia (Acacia auriculiformis)
Gambar Bioma sabana
Bioma Sabana
0
Bioma Taiga banyak ditemukan di belahan bumi utara, misalnya di wilayah negara Rusia dan Kanada. Bioma Taiga merupakan bioma terluas dari bioma-boma lain yang ada di bumi.
Bioma taiga terletak di kawasan beriklim subartik dengan iklim yang sangat dingin dan musim panas yang sangat pendek. Kisaran temperatur antara suhu rendah dan suhu tinggi sangat besar.
Ciri-cirinya:
  1. Banyak ditemukan pegunungan-pegunungan tinggi
  2. Memiliki domimasi ilkim dingin
  3. Suhu berkisar antara -12 derajat C sampai -10 derajat C
  4. Curah hujan antara 400 – 750 mm / tahun
  5. Jenis vegetasi yang mendominasi adalah jenis vegetasi konifer (tumbuhan berdaun jarum), di antaranya picea, abies, pinus, larix, alderbirch, dan juniper dan spruce.
Bioma taiga tersebar di Skandinavia, Rusia Timur, Amerika Utara, dan beberapa di kawasan Asia Utara.
Peta Persebaran Hutan Taiga
Alder  –  Juniper  –  Spruce
Gambar Bioma Hutan taiga (pohon pinus)
.
 

0
Bioma tundra mempunyai karakteristik iklim regional yang sangat ekstrim dengan suhu rata-rata rendah, bersalju, dan mempunyai musim panas yang pendek.
Ciri-cirinya:
a. Terdapat di wilayah artik
b. Suhunya mencapai -57 derajat C
c. Pada musim panas suhu maksimum 15 derajat C
d. Curah hujan kurang dari 250 mm / tahun
e. Tundra didominasi oleh lumut kerak dan semak
f. Rata-rata tumbuhannya berwarna mencolok dan pendek
Tersebar   di daerah lingkar kutub utara tepatnya di kawasan selatan es di Kutub Utara dan Alaska di Amerika Utara, Eropa, dan Siberia, Puncak gunung tinggi daerah tropis , dan pegunungan Alpine.
Peta Persebaran Bioma Tundra
Jenis vegetasi yang tumbuh adalah lumut yang membentuk suatu hamparan yang luas atau sering disebut sebagai ”hamparan bantalan”. Jenis jenis lumut tersebut yaitu dark red, rumput kipas, dan lain-lain.
  • Pada daerah yang berawa jenis vegetasi yang ada misalnya rumput teki (Cyperus Rotundus), rumput kapas(Selaginella tamariscina) dan gundukan gambut (hillock tundra).
  • Di cekungan yang basah seperti di Greenland terdapat semak salik dan bentula.
  • Di tempat yang agak kering ditumbuhi lumut,teki-tekian,ericeceae, dan beberapa
    tumbuhan yang berdaun agak lebar.
  • Di lereng-lereng batu terdapat kerak (Lichenes), lumut (Bryophyta), dan alga (Hydroclathrus clatratus).
Jenis-jenis vegetasi tundra
 Lumut Dark Red  
Rumput Kapas (Selaginella tamariscina)
Bioma tundra
0
Ciri khas dari bioma hutan iklim sedang adalah warna daun yang berwarna oranye keemasan. Hal ini disebabkan karena pendeknya hari sehingga merangsang tanaman menarik klorofil dari daun sehingga diisi pigment lain.
Ciri-cirinya:
a. Curah hujan tidak merata ( antara 750-1000 mm / tahun )
b. Tumbuh di daerah yang memilki empat musim ( panas, gugur, dingin, dan semi)
c. Tumbuhan tumbuh tidak terlalu rapat dan heterogen ( 10-20 jenis)
d. Berwarna hijau daunnya saat musim panas
e. Meranggas atau gugur saat musim dingin
f. Tumbuhan dominan berdaun lebar
g. Tumbuhan dapat beradaptasi dengan iklim yang ekstrim
h. Tumbuh di tempat yang beriklim sedang
i. Temperaturnya antara 22 derajat C – 17 derajat
Tersebar di Eropa Barat, Eropa Tengah, Asia Timur (Korea dan Jepang) dan Timur Laut Amerika. Vegetasi jenis ini hanya dapat ditemui di Benua Eropa serta Asia Timur, karena vegetasi ini hidup pada kawasan subtropis dengan iklim semi selama enam bulan serta mengalami musim gugur saat musim kering sampai musim dingin.
Jenis vegetasi yang tumbuh adalah quercus (oak), acer (maple), castanea, basswood (tilia americana) dan lain-lain.
         
      Pohon oak   ( quercus)
Basswood – Oak pada waktu lebat – Oak pada waktu rontok
                                                       
Tanaman Maple (Acer)

 
Bioma Hutan gugur
0
Hutan hujan merupakan bioma paling kompleks, jumlah dan jenis vegetasinya sangat banyak dan bervariasi, keadaan itu disebabkan oleh iklim mikro yang sangat sesuai bagi kehidupan berbagai jenis tumbuhan. Iklim hutan hujan tropis dicirikan dengan musim hujan yang panjang, suhu udara, dan kelembapan udara tinggi.
Terdapat beberapa lapisan vegetasi dalam hutan hujan, yaitu sebagai berikut:
a)    Lapisan vegetasi yang tingginya mencapai 35-42 m, dan daunnya merupakan ”kanopi” (payung) bagi vegetasi dibawahnya.
b)   Lapisan tertutup kanopi dengan ketinggian vegetasi berkisar 20-35 m, pada lapisan ini sinar matahari masih bias menembus.
c)    Lapisan tertutup kanopi berkisar 4–20 m, merupakan daerah kelembapan udara relatif konstan.
d)   Lapisan vegetasi dengan ketinggian berkisar 1-4 m.
e)    Lapisan vegetasi dengan ketinggian antara 0-1 m, berupa anakan pohon serta semak belukar
Jenis-jenis yang umum ditemukan di hutan ini, yaitu: Meranti (Shorea dan Parashorea), keruing (Dipterocarpus), Kapur (Dryobalanops), kayu besi (Eusideroxylon zwageri), kayu hitam (Diospyros sp).
Persebaran bioma hutan hujan tropis di daerah antara 10º LU dan 10º LS, termasuk di dalamnya Hutan Amazon (Amerika Tengah), Afrika Barat, Madagaskar Timur, Asia Selatan (Indonesia dan Malaysia), dan Australia.
PetaPersebaran Huan hujan tropis di dunia

Hutan hujan tropis dilihat dari atas tampak lebat dan gelap
Kondisi di dalan hutan hujan tropis
Gambar hutan hujan tropis